Smartwatch Microsoft Meluncur Oktober?

KOMPAS.com - Di tengah-tengah kemunculan aneka perangkat jam tangan pintar berbasis Android wear, bulan lalu muncul kabar bahwa Microsoft akan turut membuat perangkat wearable device serupa.

Kini, seorang sumber yang dikutip oleh Tom’s Hardware menyebutkan bahwa smartwatch Microsoft bakal segera hadir di bulan Oktober 2014.

Disebutkan pula smartwatch Microsoft bakal memiliki kapabilitas lintas platform.

Artinya, ia bisa terkoneksi dengan smartphone dengan berbagai sistem operasi, tak harus yang berasal dari Microsoft juga. 

Bahkan, smartwatch Microsoft disinyalir juga mampu tersambung ke perangkat jenis lain seperti PC desktop dan konsol game Xbox. 

Ada pula perekaman denyut nadi dan sinkronisasi data dengan perangkat smartphone pendamping. Kemampuan tersebut digenapi oleh 11 macam sensor.

Mengenai bentuknya, jam tangan pintar Microsoft ini dikatakan lebih mirip dengan gelang Fuelband dari Nike yang ramping ketimbang smartwatch “bongsor” macam Galaxy Gear atau G Watch.

Bagian layarnya disinyalir bakal ditempatkan di sisi bawah pergelangan tangan, bukan di atas seperti jam tangan pada umumnya. 

Microsoft sendiri masih belum merilis informasi apapun mengenai kemungkinan ikut memproduksi smartwatch.

Related Posts:

Ponsel Android dan Windows “Mati Otomatis” Bila Dicuri

KOMPAS.com - Untuk mengurangi angka pencurian ponsel, Google dan Microsoft menambahkan fitur mati otomatis untuk Android dan Windows Phone.

Fitur tersebut mematikan sistem operasi ponsel sepenuhnya bila dicuri.

Pihak berwenang telah memperingatkan perusahaan pengembang untuk mengambil sikap mengenai aksi pencurian ponsel, dan fitur ini dianggap sebagai solusi yang ideal.

Perusahaan pengembang ponsel Samsung dan Apple sudah memiliki fitur yang serupa di beberapa produk mereka.

Pencurian ponsel telah menjadi masalah besar yang mendunia. Di Amerika Serikat, 3,1 juta ponsel dicuri sepanjang 2013, dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Laporan dari kejaksaan agung kota New York menyatakan, “Teknologi ini mengubah perangkat multimedia canggih berdaya jual tinggi menjadi barang plastik yang tak berharga.”

Pihak berwenang di AS melaporkan fitur serupa yang diperkenalkan Apple untuk sistem operas iOS 7 berhasil mengurangi angka pencurian ponsel dengan drastis.

Enam bulan setelah fitur tersebut diperkenalkan, angka pencurian perangkat ponsel Apple di London menurun sebesar 24%.

Menurut laporan dari kejaksaan agung New York, di periode yang sama angka pencurian produk ponsel lain meningkat. (BBC Indonesia)

Related Posts:

Gangguan Facebook Hari Ini Bukan yang Terlama

KOMPAS.com — Kamis (19/6/2014) sore sekitar pukul 15.15 WIB, situs Facebook sempat tidak bisa diakses oleh sebagian besar pengguna di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Pemilik akun Facebook yang hendak terhubung atau melakukan aktivitas seperti updatestatus, menulis di wall, atau berkomentar akan disambut pesan error sebagaimana terlihat di bawah.
Daily Mail
Pesan error yang ditampilkan Facebook ketika tumbang pada Kamis (19/6/2014)
Jejaring sosial terbesar di dunia itu kembali online sekitar pukul 15.35 WIB pada hari yang sama. Jadi, situs itu mengalami gangguan selama lebih kurang 20 menit.

Data dari Downdetector.com menunjukkan bahwa 78 persen pengguna Facebook sama sekali tidak dapat mengakses situs itu, sementara 21 persen melaporkan tak bisa login.

Namun, gangguan hari ini bukanlah yang terlama dalam sejarah layanan Facebook.

Daily Mail mencatat bahwa kali terakhir Facebook tumbang dalam waktu lama adalah pada Oktober 2013. Kala itu, Facebook offline selama empat jam. Biang keladinya disinyalir merupakan masalah jaringan.

Sebelumnya, pada 2010, Facebook pernah pula tumbang selama 2,5 jam. Selebihnya, layanan Facebook mengalami gangguan hanya dalam beberapa menit.

Ironisnya, pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pernah berucap bahwa jejaring sosialnya tak akan pernah down atau crash.

Related Posts:

Indonesia Pasar Smartphone Terbesar di Asia Tenggara

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia menjadi pasar penjualan smartphone terbesar di wilayah Asia Tenggara. Indonesia pun menjadi pasar smartphone dengan pertumbuhan paling pesat.

Hal itu terungkap dari riset terbaru yang dirilis oleh lembaga riset GfK, seperti diberitakan oleh The Next Web. Menurut riset tersebut, pada kuartal pertama 2014, Indonesia memiliki pertumbuhan pasar dari tahun ke tahun sebesar 68 persen.
Total smartphone yang terjual di Tanah Air mencapai 7,3 juta unit, atau dua per lima dari jumlah total penjualan di Asia Tenggara.

Dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam dan Thailand, prestasi keduanya mengekor di belakang Indonesia dengan pertumbuhan pasar masing-masing 59 dan 45 persen per tahun.

Karena itu, di ajang pameran seluler Indonesia Cellular Show 2014 pekan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyampaikan keyakinannya bahwa proyeksi pertumbuhan sektor transportasi dan komunikasi di Indonesia akan tetap mengalami pertumbuhan sekitar 10,2 persen tahun ini.

Sementara itu, Kemenkominfo menyatakan tahun 2013 lalu total penjualan smartphone di Indonesia mencapai 14,8 juta unit dengan total transaksi 3,33 miliar dollar AS atau sekitar Rp 39,2 triliun.

Smartphone memang menjadi perangkat yang paling populer di Asia Tenggara. Banyak orang yang mulai beralih dari feature phone ke smartphone. Pada Maret 2014, tercatat 55 persen dari penjualan handset di Asia Tenggara adalah perangkat smartphone.
Tingginya pertumbuhan penjualan di Asia Tenggara juga disebut Gfk buah dari makin banyaknya perangkat smartphone murah yang dijual di bawah harga 100 dollar AS. Kontribusi nilai penjualan dari perangkat murah tersebut sebesar 30 persen untuk pasarsmartphone di Asia Tenggara.

Hal yang sama juga terjadi di pasar phablet atau perangkat dengan ukuran layar di atas 5,9 inci hingga 6,9 inci. GfK mencatat perangkat perpaduan antara smartphone dan tablet ini makin populer di Asia Tenggara. Lebih dari 1,1 juta unit phablet telah terjual dalam kuartal pertama 2014 dengan nilai transaksi 567 juta dollar AS.

Malaysia dan Indonesia menjadi dua pasar terbesar untuk kategori perangkat phablet. Tak heran jika CEO BlackBerry, John Chen memproyeksi perangkat phablet BlackBerry menjadi motor pendorong pendapatan perusahaan tahun ini.

Related Posts:

Software Ini Baru Rilis Setelah 54 Tahun

KOMPAS.com - Project Xanadu adalah konsep publikasi dokumen elektronik secara interaktif melalui komputer yang awalnya mulai dikembangkan pada tahun 1960. Namun, piranti lunak ini berkali-kali mengalami penundaan dan tak kunjung dilepas ke pasaran.

Hingga akhirnya, The Guardian melaporkan bahwa Xanadu telah diperkenalkan ke publik tanpa disertai banyak kehebohan di Universitas Chapman, Amerika Serikat, pada akhir April 2014 lalu. 

Jeda waktu selama 54 tahun itu menjadikan Xanadu sebagai software yang paling telat dirilis sepanjang sejarah.

Ted Nelson, pengembang awal Xanadu, adalah pencetus istilah "hypertext" (tautan/ link) di mana sepotong bagian teks dokumen bisa di-klik untuk menuju ke bagian dokumen lain. Isitilah ini diabadikan sebagai awalan  "ht" di prefix internet "http".

Xanadu sendiri adalah proyek hypertext pertama di dunia. Software ini memungkinkan pengguna membuat dokumen yang terkait melalui tautan dua arah ke sumber -sumber. Meskipun sumber mengalami pembaruan, tautan tadi tak akan berubah menjadi broken link, tidak seperti model link satu arah yang ada sekarang. 

Xanadu hampir menjadi sistem manajemen informasi yang digunakan di internet, namun kalah cepat dari World Wide Web bikinan Tim Berners-Lee pada akhir dekade 80-an. 

Versi Xanadu yang dipublikasikan pada akhir April lalu bernama OpenXanadu. Bentuknya adalah dokumen sederhana yang dibuat berdasarkan kutipan-kutipan dari delapan sumber disertai tautan ala Xanadu. 

Meski tak jadi diadopsi sebagaii protokol hypertext di internet, Nelson mengatakan bahwa Xanadu masih bisa dipakai untuk format lain. "Kami masih dapat berkompetisi dengan PDF yang menyimulasikan kertas, dengan menunjukkan koneksi ke teks," katanya.

Related Posts:

Motorola Moto G Hadir dalam 2 Versi

JAKARTA, KOMPAS.com - Motorola resmi membuka pemesanan ponsel Android Moto G di Indonesia dengan menggandeng situs jual beli Lazada sejak 5 hingga 20 Juni 2014. Di Indonesia, Moto G hadir dalam dua versi dan dua pilihan harga.

Versi pertama adalah Moto G yang mengusung kapasitas memori internal 8GB dengan harga Rp 1.949.000 dan yang mengusung memori internal 16GB dengan harga Rp 2.249.000. Selebihnya, tidak ada perbedaan desain dan komponen antara kedua versi itu.

Motorola juga membawa pelindung belakang ponsel Moto G ke Indonesia, yang tersedia dalam pilihan warna hitam, chalk, cherry, violet, royal blue, turquoise, dan lemon lime. Pelindung panel belakang ini dihargai Rp 186.000.

Selain itu, perusahaan juga membawa aksesori pelindung bagian depan dan belakang ponsel dengan model flip shell. Dijual dengan harga Rp 216.000, aksesori ini tersedia dalam warna hitam, chalk, lemon lime, cherry, dan royal blue.

Motorola merancang Moto G dengan harga murah karena menyasar konsumen di negara berkembang. Meski dibanderol murah, performa Moto G diklaim bisa bersaing dengan ponsel Android premium lain. Untuk itu, Motorola membekali Moto G dengan spesifikasi yang cukup mumpuni.

Tengok saja spesifikasi layarnya, 4,5 inci beresolusi 1.280 x 720p dengan kerapatan piksel 329 pixel per inci. Selain itu, Moto G dibekali prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon 400 1,2 GHz, dan RAM 1 GB. Ia berjalan dengan sistem operasi Android 4.3 yang dijanjikan bisa di-upgrade ke Android 4.4 (Kitkat) pada Januari 2014.

Dari sektor kamera, Moto G memakai resolusi 5MP dengan lampu kilat LED. Kamera depannya 1,3MP.

Related Posts:

HP Bikin Laptop Android 14 Inci

KOMPAS.com - Hewlett-Packard (HP) memperkuat kemitraan bersama Google dengan membuat laptop berbasis Android. Layar sentuh perangkat tersebut tidak dapat dilepas dari papan ketik (keyboard) dan disertai dengan touchpad.

Laptop yang diberi nama HP SlateBook Android ini mengusung desain layar 14 inci beresolusi 1.920 x 1,080 pixel. Perangkat yang dihargai 399 dollar AS ini tersedia dalam pilihan warna hitam yang dipercantik dengan aksen warna kuning di sisi-sisinya.

Dari sektor komponen, laptop Android HP ini menggunakan prosesor quad-core Nvidia Tegra 4 kecepatan 1.8GHz, RAM 2GB, pilihan memori internal 16GB hingga 64GB, serta berjalan dengan sistem operasi Android 4.3 (Jelly Bean).

Di sisi kanan laptop tersedia sejumlah port untuk konektivitas, antara lain port USB 3.0 dan USB 2.0, jack audio 3,5mm, HDMI, pembaca kartu memori eksternal MicroSD.

Pengeras suara laptop ini menggunakan teknologi audio Beats Electronics dan disematkan kamera depan. Untuk koneksi nirkabel, tersedia Wi-Fi dan Bluetooth. HP mengklaim laptop ini dapat bertahan selam 9 jam.

Selain laptop Android, HP juga mendukung laptop bersistem operasi Chrome OS yang disebut Chromebook 11. Seperti namanya, laptop ini berukuran 11,6 inci beresolusi 1.366 x 768 pixel.

Perangkat itu memakai komponen RAM 2GB, memori internal 16GB, dan dapat bertahan selama 6,25 jam. Laptop Chromebook tersebut dihargai 249 dollar AS dan telah tersedia port kartu SIM untuk koneksi internet 3G.

Related Posts:

Polisi Dubai Manfaatkan Google Glass, Untuk Apa?

KOMPAS.com — Perangkat kacamata pintar Google Glass ternyata bisa digunakan untuk menegakkan hukum. Itulah yang sedang diuji coba oleh kepolisian Dubai, Uni Emirat Arab. 

Sebagaimana dilaporkan oleh The Verge, polisi-polisi di kota itu sedang bereksperimen memakai Google Glass untuk mengambil foto pelanggaran lalu lintas dan mengunggahnya. Ada pula skenario lain di mana Glass dipakai mengidentifikasi pelat kendaraan yang dipakai oleh buronan.

Kolonel Khalid Nasser Al Razooqi dari kepolisian Dubai mengatakan, pihaknya berencana membeli lebih banyak perangkat Google Glass saat telah tersedia secara luas, apabila pengujian tersebut membuahkan hasil yang positif.

"Kalau (Google Glass) memenuhi kriteria kami dan dipandang berguna, maka kami mungkin akan meresmikan dan membelinya dalam jumlah besar," kata Al Razooqi.

Kepolisian Dubai mengembangkan aplikasi sendiri untuk keperluan penegakan hukum lewat Google Glass. Dengan aplikasi ini, polisi lalu lintas bisa menangkap gambar dengan menyentuh bingkai kacamata pintar tersebut dan mengunggahnya ke databasekepolisian.

Polisi lalu lintas juga bisa mengidentifikasi pelat nomor kendaraan hanya dengan melihat ke arah pelat kendaraan bersangkutan. Nomor pelat kemudian akan dicek secara otomatis melalui database sentral dan kendaraan yang dicurigai bisa "ditandai" oleh sistem.

Google Glass secara resmi dipasarkan ke publik pada awal bulan ini. Selain di Dubai, perangkat kacamata pintar itu juga telah mulai digunakan oleh beberapa departemen kepolisian Amerika Serikat, termasuk di kota New York.

Related Posts:

Gmail di Android Capai 1 Miliar Unduhan

KOMPAS.com - Jumlah instalasi aplikasi Gmail untuk Android telah mencapai angka 1 miliar kali. Capaian itu diungkap oleh Head of Android Google, Sundar Pichai melalui halaman Google+ pribadinya.

"Senang rasanya melihat aplikasi Gmail di Android sudah melampaui 1 miliar instalasi," demikian ujar Pichai di halaman Google+ resminya.
Dengan capaian tersebut, Gmail menjadi satu-satunya aplikasi konvensional dalam Play Store yang mencapai jumlah download hingga 1 miliar.

Sejatinya, layanan Google Play Service yang terpasang secara default dalam perangkat Android Google, juga sudah melampaui jumlah yang sama pada Januari lalu. Namun layanan tersebut terpasang secara otomatis di Android 2.2 ke atas, bukan diunduh sendiri oleh pengguna.

Namun, menurut Android Police (12/5/2014), jumlah unduhan yang diklaim Google tersebut berasal dari akun unik, bukan jumlah perangkat atau unduhan dari satu individu.
Dengan demikian, aplikasi tersebut bukan berarti telah dipakai oleh 1 miliar pengguna, 

sebagian di antaranya adalah berasal dari akun duplikat atau yang lama tak digunakan.
Google sendiri melaporkan telah memiliki 425 juta pengguna aktif layanan Gmail pada tahun 2012 lalu. Angka tersebut kini pastinya semakin bertumbuh.
Gmail menjadi aplikasi email client utama dalam platform Android. Aplikasi ini juga dikabarkan sedang dirombak tampilannya oleh Google.

Related Posts:

LG Luncurkan Lemari Pendingin "Bersuara"

KOMPAS.com - Layanan SMS perbincangan baru LG memungkinkan pemilik lemari pendingin mengetahui makanan di dalamnya, juga mengontrol peralatan rumah tangga lain yang diproduksi perusahaan itu.

Aplikasi ini hanya bisa melakukan hal ini di Korea Selatan, tetapi LG berencana menjualnya di Amerika Serikat dan pasar lain, lapor wartawan BBC Leo Kelion.

Samsung sudah meluncurkan pendingin ruangan, lemari pendingin, dan mesin cuci yang dapat dipakai dengan layanan Smart Home saingannya.

Peralatan HomeChat LG berkomunikasi dengan pemakainya lewat Line, aplikasi chatyang populer di Asia, dan dirancang untuk memahami bahasa pada umumnya.

Lemari pendingin dilengkapi kamera bersudut pandang lebar yang mengambil gambar isi laci di dalam kulkas setiap kali pintunya dibuka dan ditutup.

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memberikan foto terbaru sehingga pemilik dapat mengetahui barang yang diperlukan saat berbelanja.

Perangkat lunak Freshness Tracker lemari pendingin dapat memberikan informasi tentang barang yang sudah kedaluwarsa.

Pemilik harus memasukkan rincian masing-masing produk ke lemari pendingin saat menyimpannya.

Tetapi para pengamat mengatakan produk seperti ini hanya disukai orang-orang tertentu.

"Saya yakin 10 tahun lagi kita menginginkan peralatan pintar, tetapi tidak untuk saat ini," kata Chris Green, analis pada perusahaan konsultan Davies Murphy. (BBC Indonesia)

Related Posts:

CEO Akui Yahoo Tertinggal di Mobile

KOMPAS.com -- CEO Yahoo, Marissa Mayer, mengakui bahwa perusahaannya terlambat terjun di segmen mobile. Namun, Mayer yakin bahwa tahun ini lalu lintas pengunjung situs dan layanannya dari perangkat mobile akan melebihi desktop.

Hal tersebut disampaikan Mayer dalam sebuah kesempatan wawancara dengan situsTech Crunch di New York pada Rabu (7/5/2014). Menurut Mayer, dalam dua tahun pertamanya memegang Yahoo, fokusnya adalah membuat aplikasi dan layanan mobileuntuk memutar balik kondisi Yahoo saat itu.

Aplikasi mobile buatan Yahoo yang diperkenalkan antara lain Flickr, Yahoo Mail, dan Yahoo Weather. Yahoo juga telah mengakuisisi perusahaan rintisan kecil yang ahli di bidang software mobile.

Menurut Mayer, seperti dikutip dari The Wall Street Journal (7/5/2014), jumlah karyawan yang mengurusi segmen mobile saat ini sudah bertambah banyak. Saat pertama kali ia bergabung Yahoo pada tahun 2012, jumlahnya hanya 60 karyawan. Kini Mayer menyebut ada sejumlah 500 karyawan yang mengerjakan software dan bisnis mobile Yahoo.

Walau demikian, Yahoo hingga saat ini masih belum bisa mendapatkan pendapatan yang signifikan dari mobile. Sebagai perbandingan, pendapatan Facebook dan Twitter dari segmen mobile masing-masing mencapai 59 dan 80 persen.

Bos mobile Yahoo pun mengakui hal yang sama. "Sebagai perusahaan, Yahoo memang terlambat terjun ke mobile," ujar Head of Mobile Yahoo, Adam Cahan.
"Kami tertinggal 12 bulan. Pertama-tama kami harus menggaet pengguna, kemudian mencari cara bagaimana mendapatkan pemasukan darinya," imbuh Cahan.

Untuk itu, baru-baru ini Yahoo meluncurkan layanan yang disebut Gemini. Layanan tersebut ditujukan bagi pengiklan untuk membantu menyasar target pemasarannya di segmen mobile.

Dengan Gemini, Cahan yakin layanan tersebut nantinya akan menjadi sangat besar, dan berkontribusi besar bagi pendapatan mobile Yahoo.

Related Posts:

Nokia Dibeli Microsoft, Stephen Elop Dapat Rp 380 Miliar

KOMPAS.com - Mantan CEO Nokia Stephen Elop akan mendapatkan insentif sebesar 33,4 juta dollar AS (atau sekitar Rp 380 miliar) dalam bentuk tunai dan saham, setelah Microsoft menyelesaikan pembayaran membeli unit bisnis ponsel dan layanan Nokia pada April lalu.

Seperti dikutip dari Reuters, insentif yang diterima Elop ini lebih tinggi dari yang dijanjikan sebelumnya, yakni 25 juta dollar AS, karena harga saham Nokia mengalami kenaikan.

Uang bonus yang diterima Elop sempat mengundang kontroversi di tengah masyarakat Finlandia pada akhir 2013. Mereka marah karena melihat eksekutif asing menerima uang bonus dengan menjual unit bisnis penting Nokia, sebuah perusahaan yang begitu melegenda dan memiliki nilai sejarah di Finlandia.

Perdana Menteri Finlandia, Jyrki Katainen, turut berkomentar bahwa mekanisme insentif perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia ternyata sedemikian luar biasanya sehingga tidak dapat dimengerti oleh akal sehat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Finlandia, Jutta Urpilainen menambahkan bahwa bonus Elop telah menciptakan "atmosfir beracun yang mengancam keharmonisan sosial."

Untuk meredam kemarahan publik Finlandia, Nokia meminta agar Elop menerima uang bonus dengan nilai lebih kecil.

Namun, menurut laporan surat kabar Finlandia, Helsingin Sanomat, Elop menolak permintaan Nokia karena dia akan bercerai dan istrinya meminta bagian dari bonus yang diterimanya itu.

Setelah Microsoft menyelesaikan transaksi akuisisi pada April 2014, Elop meninggalkan Grup Nokia dan kembali bekerja untuk Microsoft sebagai kepala wakil presiden bisnis perangkat, yang juga bertanggung jawab atas perangkat konsol game Xbox, tablet Surface, hingga aksesori.

Microsoft harus merogoh kocek 5 miliar dollar AS untuk mengakuisisi unit bisnis perangkat dan layanan Nokia. Sementara itu, untuk lisensi paten Nokia, Microsoft mengeluarkan uang sebesar 2,2 miliar dollar AS. Total dana yang dihabiskan oleh Microsoft adalah 7,2 miliar dollar AS. Kini nama perusahaan Nokia berubah menjadi Microsoft Mobile.

Elop, yang bergabung di Nokia pada September 2010, adalah seorang berkebangsaan Kanada. Ia adalah CEO Nokia pertama yang bukan warga negara Finlandia.

Selanjutnya posisi CEO di Grup Nokia diduduki oleh Rajeev Suri. Grup Nokia, yang berkantor pusat di Finlandia, akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis: layanan peta digital dan lokasi (Nokia Here), pengembangan teknologi dan lisensi paten (Advanced Technologies), serta infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi (Nokia Solutions and Networks).
Sumber: Reuters
Editor: Reza Wahyudi

Related Posts:

Bagaimana Nasib Purnajual dan Android Nokia?

KOMPAS.com — Microsoft telah menyelesaikan pembayaran dalam mengakuisisi bisnis ponsel Nokia, yang kini berganti nama jadi Microsoft Mobile. Kendati demikian, perusahaan itu akan tetap mempertahanan portofolio ponsel Nokia, termasuk yang berbasis Android.

Hal ini diungkapkan mantan CEO Nokia yang kini memimpin unit bisnis perangkat keras Microsoft, Stephen Elop, dalam sebuah surat terbuka di blog resmi Nokia, Jumat (25/4/2014).

"Kami berkomitmen melanjutkan dukungan untuk ponsel fitur, keluarga Asha, dan perangkat keluarga Nokia X yang diumumkan dalam Mobile World Congress 2014 Februari lalu," tulis Elop.

Elop memang menyebutkan ponsel keluarga Nokia Asha dan Nokia X, tetapi ia tidak mengungkap masa depan ponsel keluarga Lumia yang selama ini paling rajin mengadopsi sistem operasi Windows Phone buatan Microsoft.

Peran Elop di Microsoft akan semakin luas karena ia menjabat sebagai Wakil Presiden Grup Perangkat Keras Microsoft. Elop juga akan bertanggung jawab atas perangkat konsol game Xbox, tablet Surface, hingga aksesori.

Komitmen layanan kepada pengguna

Pengguna Nokia mungkin akan mempertanyakan layanan dan perbaikan ponsel di masa depan. Menanggapi hal itu, Nokia menjelaskan bahwa konsumennya akan tetap mendapat dukungan teknis dan layanan setelah Microsoft mengakuisisi bisnis ponsel Nokia.

"Garansi perangkat Anda benar-benar tidak terpengaruh oleh perubahan ini. Layanan pelanggan kelas dunia dan dukungan tim yang sama akan terus menjaga perangkat Anda," tulis pihak Nokia.

Akuisisi ini akan membawa Microsoft menjadi produsen ponsel besar. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu harus merogoh kocek 5 miliar dollar AS untuk mengakuisisi unit bisnis perangkat dan layanan Nokia. Sementara itu, untuk lisensi paten Nokia, Microsoft mengeluarkan uang sebesar 2,2 miliar dollar AS. Total dana yang dihabiskan oleh Microsoft adalah 7,2 miliar dollar AS.

Microsoft turut memboyong karyawan Nokia sebanyak 25.000 orang, lebih sedikit dari angka 32.000 yang direncanakan sebelumnya.

Sementara itu, Grup Nokia yang berkantor pusat di Finlandia, akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis: layanan peta digital dan lokasi (Nokia Here), pengembangan teknologi dan lisensi paten (Advanced Technologies), serta infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi (Nokia Solutions and Networks).
Editor: Reza Wahyudi

Related Posts:

Ada Apple di Smartphone 3D Google

KOMPAS.com - Project Tango, smartphone 3D yang dikembangkan Google ternyata menggunakan teknologi milik Apple. Project Tango menggunakan chip dengan sistem imaging 3D, PrimeSense Capri PS1200.

PrimeSense sendiri adalah perusahaan produsen hardware 3D yang digunakan oleh konsol game Xbox One, yaitu Kinect. Apple mengakuisisi PrimeSense pada akhir tahun 2013 lalu.

Nampaknya, Google selangkah lebih depan dari Apple dalam mengimplementasikan teknologi itu.

Terungkapnya chip 3D buatan PrimeSense itu pertama kali dilaporkan oleh iFixit, yang mempreteli Project Tango untuk mengetahui komponen apa saja yang ada di dalamnya.
Project Tango menjadi proyek pertama Google untuk mewujudkan smartphone yang bisa merasakan sekelilingnya, dengan menanamkan sensor 3D.

Dengan kemampuan mendeteksi obyek-obyek di sekelilingnya, Project Tango diharapkan bisa dijadikan sebagai perangkat pemandu navigasi, dimensi, dan pemetaan lingkungan.
Project Tango bekerja layaknya sensor Microsoft Kinect, yaitu dengan menampilkan deretan titik-titik sebagai parameter untuk sensor inframerah dalam menentukan suatu obyek, untuk membuat pemetaan tiga dimensi.

Project Tango juga mengandalkan empat kamera terpisah untuk melihat obyek-obyek yang ada di sekelilingnya, selain chip 3d Capri dan vision co-processor Myriad.
Menurut Mac Rumors (16/4/2014), Google juga berencana menggunakan teknologi 3D di smartphone-nya itu untuk membuat game augmented reality yang impresif, serta aplikasi yang menggabungkan dunia nyata dan digital.

Related Posts:

7 Mitos soal Celah Internet "Heartbleed"

KOMPAS.com - Celah keamanan paling berbahaya sepanjang sejarah internet, Heartbleed yang mengungkap kerentanan keamanan OpenSSL menyita banyak perhatian para pemerhati dunia keamanan cyber. 

Namun, banyaknya pemberitaan tentang bug Heartbleed justru membuat banyak orang bingung memahami apa itu Heartbleed. Berikut adalah kumpulan mitos-mitos keliru yang beredar tentang Heartbleed.

1. Heartbleed adalah virus

Bug OpenSSL ini bukanlah sebuah virus, melainkan celah keamanan. Celah tersebut muncul karena kesalahan penulisan kode dalam protokol enkripsi open-source yang digunakan oleh banyak situs dan server. 

OpenSSL berfungsi untuk membantu memastikan komunikasi antar-jaringan terlindungi. Dengan lubang keamanan yang terbuka tersebut, seseorang bisa memantau komunkasi atau login event, serta menarik data.

2. Efek Heartbleed hanya berimbas ke situs web

Meski hanya berimbas ke situs, Heartbleed bisa menggangu kerja server dan router web yang diterobos. Ini karena banyak jumlah data yang bisa dicuri. 

Namun, server dan router web tersebut bukan satu-satunya target potensial bug Heartbleed ini. Klien yang berkomunikasi dengan server tersebut, termasuk smartphone, laptop, dan perangkat lain yang terhubung secara online juga berisiko dengan apa yang dinamakan "Reverse Heartbleed," dimana data yang tersimpan dalam memori perangkat juga bisa dicuri.

"Biasanya di sisi klien, memori dialokasikan untuk proses yang sedang berjalan saja, sehingga semua proses tidak bisa diakses," ujar David Chartier, CEO perusahaan keamanan internet Finlandia, Codenomicon kepada ReadWrite (14/4/2014).

"Namun, bukan berarti konten e-mail dan dokumen lainnya aman, mereka bisa saja tetap bocor," imbuh Chartier.

3. Peretas bisa menggunakannya untuk mengonrol smartphone

Berdasar pada semua indikasi yang ada saat ini, seorang peretas tidak bisa mengambil alih kontrol smartphone, mereka hanya bisa mengambil data yang tersimpan dalam memori smartphone yang belum mendapatkan tambalan keamanan.

iPhone dan sebagian besar perangkat Android hingga kini masih kebal terhadap bug Hearthbleed ini, dengan pengecualian Android 4.1.1. Namun Google telah mengatakan akan segera merilis tambalan keamanan untuk sistem operasinya tersebut.

BlackBerry sendiri mengatakan bahwa aplikasi BBM untuk Android dan iOS juga terpengaruh oleh bug Heartbleed ini, namun perusahaan Kanada tersebut mengatakan sedang menyiapkan tambalan untuk celah di layanan messenger-nya tersebut.

4. Windows XP rawan Heartbleed karena tak lagi didukung Microsoft

Mitos ini salah. Dukungan Windows XP diakhiri Microsoft saat bug Heartbleed diketemukan. Ini tentu saja membuat kepanikan. Namun, Microsoft menegaskan dalam blog developer-nya bahwa perusahaan asal Redmond, AS tersebut tidak menggunakan OpenSSL.

Windows XP, dan semua versi Windows lainnya, termasuk Windows Phone, menggunakan komponen enkripsi yang dikembangkan Microsoft sendiri, yaitu Secure Channel (atau SChannel), sehingga tidak terkena dampak bug dalam OpenSSL.

5. Semua bank rentan terhadap Heartbleed

Bank dan situs jual beli populer tidak menggunakan protokol enkripsi open-source, sehingga bisa dipastikan situs web mereka tidak terkena imbasnya secara langsung. Walau demikian, bukan berarti data yang tersimpan di dalam bank atau situs jual beli tersebut tetap aman, karena selamanya situs-situs tersebut menjadi sasaran utama para peretas.

6. Situs yang sering diakses tidak berisiko/sudah memiliki tambalan keamanan, jadi saya aman.

Tidak sepenuhnya, karena Heartbleed tidak meninggalkan jejak setelah peretas berhasil mengambil data. Semua data informasi login dan password tetap memiliki risiko. Karena itu segeralah ubah password tersebut begitu website-website tersebut mengeluarkan tambalan keamanan.

7. NSA memanfaatkan Heartbleed sejak lama untuk memata-matai kita

Beredar pemberitaan yang mengatakan bahwa sebenarnya agen intelijen Amerika Serikat, NSA telah mengetahui bug dalam OpenSSL ini, namun memilih untuk diam dan memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan mata-mata.

Namun, NSA membantahnya dan mengatakan bahwa pihaknya tidak menggunakan celah keamanan tersebut, dan mengaku baru mengetahui celah tersebut setelah diumumkan. Namun apakah NSA mengatakan yang sebenarnya atau tidak, tidak ada yang tahu, mengingat bagaimana rekam jejak lembaga pemerintah tersebut selama ini dalam menyembunyikan informasi.

Sumber: Read Write 
Editor: Reza Wahyudi

Related Posts:

HTC One M8 Versi Plastik Dijual Separuh Harga?

KOMPAS.com — Setelah meluncurkan smartphone premium unggulannya, HTC One (M8), vendor asal Taiwan ini juga berencana membuat versi murahnya.

Pada Minggu (13/4/2014), dokumen yang beredar di kalangan internal HTC menyebut, terdapat versi murah M8 dengan materi casing berbahan plastik.

Kabar akan beredarnya HTC One (M8) dengan materi casing berbahan plastik tersebut bertentangan dengan materi "jualan" HTC itu sendiri.

Disebutkan, HTC menekankan kepada para karyawan pemasarannya bahwa materi berbahan logam menjadi fitur utama yang harus dikampanyekan oleh HTC, bukan bodi berbahan plastik seperti yang digunakan Samsung Galaxy S5.

Menurut Phone Arena, tidak akan ada perbedaan fisik dalam versi HTC One (M8) berbahan plastik dengan logam. Yang membedakannya hanyalah materi yang digunakan.

Soal harga, material plastik yang digunakan oleh HTC bisa memangkas hampir separuh harga jual M8 logam.

HTC One (M8) dijual di pasaran dengan harga sekitar 853 dollar AS. Sementara itu, versi murahnya yang berbahan plastik rencananya akan dijual dengan harga 483 dollar AS.

Menurut sumber internal Phone Arena di HTC, M8 versi plastik disebut sebagai smartphone yang sama, hanya kualitas rancang bangunnya yang berbeda.

Rencananya, HTC One (M8) berbodi plastik ini hanya akan dijual di pasar kawasan Asia, pasar tempat subsidi operator tidak begitu populer seperti di negara-negara Barat.

Dengan merilis versi murah dari M8, HTC berupaya untuk menjegal calon pembeli potensial Samsung Galaxy S5.

Selain membuat smartphone dengan bahan plastik, HTC juga dikabarkan akan membuat HTC One (M8) Mini dan (M8) Phablet yang akan diluncurkan tahun ini juga.

Related Posts:

Ini Daftar Layanan Internet yang Wajib Ganti "Password"

KOMPAS.com — Sebuah celah keamanan yang disebut sebagai "heartbleed" ditemukan pada protokol OpenSSL. Sebagian penyedia layanan web yang memakai OpenSSL untuk enkripsi harus menyalurkan patch untuk menangkal kerawanan yang timbul.

Dengan mengeksploitasi celah heartbleed pada OpenSSL, hacker bisa mencuri informasi meskipun sebuah situs atau penyedia layanan sudah melakukan enkripsi (ditandai dengan gambar "gembok" dan prefiks "https:" pada URL).

Masalahnya menjadi besar karena OpenSSL digunakan oleh 66 persen dari seluruh bagian web internet untuk mengenkripsi data sehingga celah keamanan tersebar luas. Nama-nama besar, antara lain Gmail, Facebook, dan Yahoo, ikut terpengaruh.

Dari sisi pengguna, tak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi bug ini kecuali menunggu penyedia layanan bersangkutan agar menambal celah heartbleed (heartbeat), lalu mengganti password untuk berjaga-jaga apabila kata kunci yang lama telah bocor.

Nah, berikut ini daftar beberapa layanan populer yang diketahui memiliki/tidak memiliki celah keamanan heartbeat, sebagaimana dirangkum oleh Mashable.

Daftar lengkap nama layanan yang terkena dampak heartbleed bisa dilihat dalam sebuah daftar yang dibuat pada 8 April. Semenjak daftar tersebut dipublikasikan, beberapa penyedia layanan telah menyalurkan patch untuk menambal celah keamanan yang ada.

Di samping melihat daftar tersebut, untuk memeriksa apakah sebuah situs atau layanan ikut terpengaruh oleh heartbleed atau tidak, pengguna internet bisa menggunakan sebuahtool dari Last Pass.
Nama situsApakah terdampakheartbeat?Apakah sudah adapatch?Haruskah menggantipassword?
FacebookYaYaYa
LinkedInTidakTidakTidak
TwitterBelum diketahuiBelum diketahuiBelum diketahui
TumblrYaYaYa
AppleBelum diketahuiBelum diketahuiBelum diketahui
AmazonTidakTidakTidak
GoogleYaYaYa
MicrosoftTidakTidakTidak
YahooYaYaYa
GmailYaYaYa
Hotmail/ OutlookTidakTidakTidak
Yahoo MailYaYaYa
EbayBelum diketahuiBelum diketahuiBelum diketahui
PayPalTidakTidakTidak
DropBoxYaYaYa
OkCupidYaYaYa

Related Posts:

Tiga Lumia Baru, Berapa Harganya?

KOMPAS.com - Tiga smartphone Windows Phone 8.1 baru diluncurkan Nokia di sela-sela ajang Microsoft Build 2014, Rabu (2/4/2014) di San Francisco, AS. Ketiga smartphone tersebut adalah Lumia 930, 630 dan 635.

Stephen Elop, mantan CEO Nokia yang kini bekerja di sebagai pimpinan unit perangkat Microsoft menjadi yang pertama memperkenalkan smartphone Windows Phone 8.1 itu di hadapan para developer.

Selain mengenalkan Windows Phone 8.1 pertama milik Nokia, Elop juga mengonfirmasi bahwa semua perangkat Winodws Phone 8 akan di-upgrade menjadi Windows Phone 8.1 pada pertengahan tahun ini secara over the air (OTA).

"Semua perangkat Windows Phone akan di-upgrade ke versi 8.1 pada musim panas tahun ini," ujar Elop seperti dikutip dari Ars Technica, (2/4/2014).

Berapa harga retail ketiga smartphone Windows Phone 8.1 besutan Nokia tersebut? Nokia Lumia 930 menjadi yang termahal, karena menjadi smartphone premium. Nokia merekomendasikan harga retailnya adalah 599 dollar AS.

Lumia 930 dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 800 2,2 GHz, RAM 2 GB, layar 5 inci, penyimpanan internal 32 GB, dan kamera dengan resolusi 20 megapixel. Nokia mendandani Lumia 930 dengan cover yang memiliki warna terang, seperti hijau dan oranye.

Sementara itu, Lumia 630 dan 635 menjadi jagoan Nokia di segmen entry-level. Kedua smartphone ini memiliki spesifikasi yang mirip, seperti chipset Qualcomm Snapdragon 400 1,2 GHz, layar 4,5 inci, RAM 512 MB, dan penyimpanan internal 8 GB.

Nokia Lumia 630 dan 635 menjadi perangkat pertama yang mengusung teknologi "Sensor Core," yaitu teknologi pendeteksi gerakan dan lokasi dengan chip berdaya rendah, yang memungkinkan perangkat merekam pergerakan walau smartphone dalam kondisi standby.

Bedanya, Nokia Lumia 630 adalah smartphone GSM dual-SIM, sementara Lumia 635 memiliki kemampuan konektivitas jaringan 4G LTE. Lumia 630 dan 635 mulai dipasarkan di kawasan Asia mulai bulan Mei 2014.

Harganya? Nokia merekomendasikan 159 dollar AS untuk Lumia 630, dan 169 dollar AS untuk versi dual-SIM. Sementara Lumia 635 dengan 4G LTE dibanderol 189 dollar AS.

Related Posts:

Terlambat, Office untuk iPad Tetap Bisa Laris?

KOMPAS.com - Setelah ditunda beberapa kali dan dianggap sudah terlambat, Microsoft akhirnya merilis aplikasi produktivitas Microsoft Office for iPad pada Kamis (27/3/2014). Pengumuman tersebut dilakukan oleh CEO baru Microsoft, Satya Nadella.

Office for iPad memiliki tiga layanan, yaitu Word, Excel, dan PowerPoint, minus layanan Outlook. Versi gratis hanya memungkinkan pengguna melihat dokumen, sementara untuk membuat file dan mengeditnya, pengguna harus berlangganan kepada layanan Microsoft.

Dengan menerapkan sistem berlangganan dalam tablet yang paling populer tersebut, mampukah Office for iPad memberikan kesuksesan bagi Microsoft? 

Jika Office for iPad diluncurkan dua tahun lalu, Gigaom memprediksi kondisinya pasti akan berbeda. Karena semenjak iPad melakukan debutnya di tahun 2010 lalu, banyak aplikasi produktivitas yang dibuat untuk tablet ini.

Misalnya, Apple sendiri memiliki layanan iWorks yang tersedia gratis di semua perangkat baru yang dibeli setelah September 2013. Aplikasi tersebut juga semakin ditingkatkan kemampuannya untuk berjalan di iPad.

Selain itu, masih ada pula aplikasi Office 2 Pro yang belakangan berubah namanya menjadi Office 2 HD dan kini menjadi Citrix ShareFile QuickEdit. Aplikasi ini bekerja dengan Google Docs dan memiliki fungsi yang bisa menyaingin aplikasi Microsoft.

Selain itu, masih banyak pula aplikasi produktivitas di platform iOS, seperti QuickOffice HD, Dataviz Documents to Go dan sebagainya. Pasar layanan aplikasi produktivitas kian ketat saat ini.

Dari segi penyimpanan, layanan-layanan rival Microsoft di platform iOS sendiri memiliki fleksibilitas, artinya bisa menyimpan file ke berbagai layanan cloud.

Office for iPad bekerja dengan layanan cloud milik Microsoft sendiri, yaitu OneDrive, atau sebelumnya disebut SkyDrive. Sementara layanan lain memiliki lebih banyak pilihan, seperti iCloud, Dropbox, Google Drive, Box, dan sebagainya. Maukah pemilik iPad menyimpan dokumennya di server Microsoft?

Namun, situs Engadget memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, Office for iPad itu bukan ditujukan bagi pengguna iPad pada umumnya, melainkan menarget konsumen Office yang kebetulan memiliki iPad.

Hingga tiba nanti saatnya Microsoft menggratiskan Office for iPad, maka aplikasi-aplikasi produktivitas lain akan terus menjadi raja di platform iOS, karena mereka bisa digunakan tanpa harus berlangganan atau membayar.

Tidak ada orang yang mau membayar agar bisa menggunakan Office di iPad, kecuali mereka yang terlanjur menggantungkan diri kepada platform buatan Microsoft ini.

Related Posts:

Obama Bakal Ganti BlackBerry dengan Android?

KOMPAS.com - Tidak lama lagi, Presiden Amerika Serikat Barack Obama bisa saja mengucapkan "selamat tinggal" kepada perangkat BlackBerry yang telah digunakannya beberapa tahun belakangan ini. Sebagai gantinya, ia, mungkin, akan diberikan ponsel pintar berbasis Android. 

Media Wall Street Journal melansir sebuah informasi dari sebuah sumber yang menyatakan bahwa saat ini pihak Gedung Putih sedang menguji berbagai ponsel pintar dengan sistem operasi Android buatan Samsung dan LG untuk kepentingan internal.

Perangkat tersebut diuji oleh tim internal teknologi Gedung Putih dan Agensi Komunikasi Gedung Putih, sebuah unit militer yang bertanggung jawab atas keperluan komunikasi Obama. 

"Kami dapat mengonfirmasikan bahwa Agensi Komunikasi Gedung Putih, konsisten dengan seluruh Departemen Pertahanan AS, menguji coba dan menggunakan berbagai perangkat mobile," kata seorang juru bicara Departemen Keamanan.

Akan tetapi, masih menurut sang sumber, pengujian ponsel pintar dari LG dan Samsung tersebut masih dalam tahap awal. Butuh waktu berbulan-bulan bagi pihak Gedung Putih sebelum akhirnya mengizinkan Obama untuk menggunakan ponsel tersebut.

Pun demikian, tidak dijelaskan apa yang akan terjadi jika ponsel-ponsel buatan LG dan Samsung tersebut tidak lolos pengujian. Bisa saja, Obama akan tetap menggunakan BlackBerry hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2016 mendatang atau pihak Gedung Putih menguji perangkat lainnya.

Akhir tahun lalu, Obama sempat curhat kepada beberapa media AS. Ia membeberkan bahwa saat itu tidak diizinkan menggunakan smartphone besutan Apple, iPhone.

Obama harus tetap menggunakan BlackBerry karena faktor keamanan. Sekadar gambaran, perangkat BlackBerry memang dikenal memiliki enkripsi keamanan yang kuat. Pemerintah AS mengandalkan perangkat buatan perusahaan asal Kanada tersebut untuk para pejabat kelas atasnya.

Obama sendiri diketahui memiliki produk buatan Apple lainnya, yaitu tablet iPad. Obama menggunakan perangkat tersebut untuk membaca berita dan berselancar di dunia maya.

Related Posts:

Bill Gates Blakblakan soal WhatsApp dan Pemilik Barunya

KOMPAS.com — Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Rolling Stone, pendiri Microsoft, Bill Gates, mengungkapkan beberapa fakta soal WhatsApp dan pemilik barunya. Salah satunya adalah Microsoft yang dikatakannya sempat ingin meminang WhatsApp.

Dalam wawancara yang dimuat di situs Rolling Stone pada Kamis (13/3/2014) itu, Bill Gates diberi pertanyaan seputar akuisisi WhatsApp oleh Facebook dan imbasnya terhadap kondisi ekonomi di Silicon Valley.

"Ya, sebenarnya Microsoft juga sempat tertarik ingin membelinya, tetapi saya tidak tahu jika nilainya mencapai 19 miliar dollar AS," aku Gates.

Namun, nilai yang sangat fantastis tersebut dianggap pantas oleh Bill Gates karena WhatsApp memang sangat berharga bagi semua perusahaan di Silicon Valley.

Langkah Facebook dalam membeli WhatsApp juga dianggap Gates sebagai langkah yang berani dan agresif. Sebab, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dianggap Gates menghabiskan dana untuk membeli sesuatu yang belum memiliki penghasilan tetap dan pasti.

Layanan yang dimiliki WhatsApp juga dikatakan Gates bisa diubah menjadi berbagai hal. "Begitu Anda membuat jalur komunikasi dengan seseorang, Anda tak hanya menginginkan teks saja, tetapi juga foto, dokumen, atau bermain game dan sebagainya," terang Gates.

Suami dari Melinda Gates tersebut juga memuji Zuckerberg yang memiliki keterampilan sebagai manajer produk dibandingkan dirinya.

"Saya memberinya kredit karena ia membuat antarmuka produknya sendiri, dia lebih seperti manajer produk, sementara saya penulis kode (programer)," terangnya.

Antara Gates dan Zuckerberg juga memiliki kesamaan, yaitu sama-sama tidak lulus dari Universitas Harvard dan memiliki visi yang kuat pada apa yang bisa dilakukan oleh sebuah peranti lunak.

Related Posts:

Microsoft Mulai Gratiskan Windows Phone?

KOMPAS.com - Beberapa bulan lalu sempat muncul kabar bahwa Microsoft sedang menimbang-nimbang untuk menggratiskan Windows Phone. Kini, penghentian biaya pakai sistem operasi mobile itu boleh jadi mulai menjadi kenyataan. 

Diberitakan olehThe Times of India, Microsoft kabarnya telah menandatangani perjanjian lisensi Windows Phone secara gratis dengan dua merek ponsel asal India, Karbonn dan Lava (Xolo). 

Keduanya adalah produsen perangkat Android terjangkau yang pada Februari lalu diumumkan sebagai mitra baru Microsoft yang akan mulai membuat perangkat Windows Phone.

Para rekanan Microsoft di industri mobile memang dikenakan biaya lisensi apabila hendak memakai OS Windows Phone di perangkat bikinan mereka. Besarnya diperkirakan antara 5 hingga 15 dollar AS per perangkat. Biaya lisensi ini menjadi salah satu batu sandungan yang merintangi kiprah Windows Phone di ranah mobile.

Penggratisan Windows Phone disinyalir merupakan upaya Microsoft untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing terbesarnya, Google, yang tak menarik bayaran dari sistem operasi Android.

Microsoft juga dilaporkan menawari Windows Phone graris kepada HTC, asalkan brandsmartphone asal Taiwan itu setuju menyertakan OS Windows Phone sebagai "opsi terpisah" di produk handset Android miliknya. 

Februari lalu, Microsoft sudah lebih dulu memotong biaya lisensi sistem operasi Windows di PC hingga 70 persen, dalam rangka menarik minat produsen agar membuat lebih banyak tablet dan laptop murah berbasis Windows. 

Microsoft berencana merilis update Windows Phone 8.1 dalam beberapa bulan ke depan. Perubahan yang dibawa mencakup dukungan dual-SIM dan tombol navigasi on-screen agar para produsen Android bisa lebih mudah mengubah perangkatnya agar sesuai spesifikasi Windows. 

Kalau sudah sesuai, nantinya handset Android bisa saja mengalami pertukaran sistem operasi menjadi Windows Phone dengan lebih mudah.

Related Posts: