Terlambat, Office untuk iPad Tetap Bisa Laris?

KOMPAS.com - Setelah ditunda beberapa kali dan dianggap sudah terlambat, Microsoft akhirnya merilis aplikasi produktivitas Microsoft Office for iPad pada Kamis (27/3/2014). Pengumuman tersebut dilakukan oleh CEO baru Microsoft, Satya Nadella.

Office for iPad memiliki tiga layanan, yaitu Word, Excel, dan PowerPoint, minus layanan Outlook. Versi gratis hanya memungkinkan pengguna melihat dokumen, sementara untuk membuat file dan mengeditnya, pengguna harus berlangganan kepada layanan Microsoft.

Dengan menerapkan sistem berlangganan dalam tablet yang paling populer tersebut, mampukah Office for iPad memberikan kesuksesan bagi Microsoft? 

Jika Office for iPad diluncurkan dua tahun lalu, Gigaom memprediksi kondisinya pasti akan berbeda. Karena semenjak iPad melakukan debutnya di tahun 2010 lalu, banyak aplikasi produktivitas yang dibuat untuk tablet ini.

Misalnya, Apple sendiri memiliki layanan iWorks yang tersedia gratis di semua perangkat baru yang dibeli setelah September 2013. Aplikasi tersebut juga semakin ditingkatkan kemampuannya untuk berjalan di iPad.

Selain itu, masih ada pula aplikasi Office 2 Pro yang belakangan berubah namanya menjadi Office 2 HD dan kini menjadi Citrix ShareFile QuickEdit. Aplikasi ini bekerja dengan Google Docs dan memiliki fungsi yang bisa menyaingin aplikasi Microsoft.

Selain itu, masih banyak pula aplikasi produktivitas di platform iOS, seperti QuickOffice HD, Dataviz Documents to Go dan sebagainya. Pasar layanan aplikasi produktivitas kian ketat saat ini.

Dari segi penyimpanan, layanan-layanan rival Microsoft di platform iOS sendiri memiliki fleksibilitas, artinya bisa menyimpan file ke berbagai layanan cloud.

Office for iPad bekerja dengan layanan cloud milik Microsoft sendiri, yaitu OneDrive, atau sebelumnya disebut SkyDrive. Sementara layanan lain memiliki lebih banyak pilihan, seperti iCloud, Dropbox, Google Drive, Box, dan sebagainya. Maukah pemilik iPad menyimpan dokumennya di server Microsoft?

Namun, situs Engadget memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, Office for iPad itu bukan ditujukan bagi pengguna iPad pada umumnya, melainkan menarget konsumen Office yang kebetulan memiliki iPad.

Hingga tiba nanti saatnya Microsoft menggratiskan Office for iPad, maka aplikasi-aplikasi produktivitas lain akan terus menjadi raja di platform iOS, karena mereka bisa digunakan tanpa harus berlangganan atau membayar.

Tidak ada orang yang mau membayar agar bisa menggunakan Office di iPad, kecuali mereka yang terlanjur menggantungkan diri kepada platform buatan Microsoft ini.

Related Posts:

0 Response to "Terlambat, Office untuk iPad Tetap Bisa Laris?"

Post a Comment